Subscribe

Mengenai Saya

Pasuruan, East Java, Indonesia
Lucu, suka tertawa, suka bergaul, ngobrol, aktif, Cinta akan keluarga, kekeluargaan, persahabatan, cinta dan kasih sayang, perjuangan dan sacrifice also... Impianq, seperti yang diimpikan semua orang, hidup bahagia, mati masuk syurga... Hehe Berat sich... Tapi khan namanya juga harapan!!! Aq pingin banget ngebahagiain Bundaq, cz cuma Bunda permataq yang tersisa setelah aq kehilangan Ayah, Adik dan Nenekq... ILUVYALL
Tampilkan postingan dengan label Pemilu AS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemilu AS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Oktober 2008

Obama Menangkan ‘Pemilu’ di Kedubes AS

Augusta B Sirait
Barack Obama
(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Calon Presiden Amerika Serikat Partai Demokrat Barack Obama memenangkan pemilu yang diselenggarakan oleh Kedubes AS kepada para jurnalis. Yang menarik, kemenangan itu diperoleh ‘Obama’ tanpa pemilihnya tahu bahwa yang dipilih adalah capres berdarah Afro Amerika itu.

‘Pemilu‘ yang berlangsung di acara press briefing, Jumat (26/9), di Kedubes AS, Jakarta, itu diikuti 22 orang jurnalis. Awalnya, para jurnalis diberikan gambaran mengenai konstitusi AS, tata cara pemilihan presiden, dan latar belakang kedua capres dari dua partai yang berbeda.

Pihak Kedubes AS kemudian memberika selembar kertas yang berisi visi dan misi yang akan dijalankan kedua capres jika mereka nantinya terpilih menjadi Presiden AS. Kemudian, para jurnalis mengisi jawaban dengan memilih capres mana yang didukung. Namum, kandidat hanya tertulis Capres A dan Capres B tanpa menyebutkan nama.

Hasilnya, 16 orang jurnalis memilih Capres A dan sisanya memilih Capres B. Semua baru tahu kandidat yang mereka pilih setelah Public Diplomacy Officer Kedubes AS Tristram Perry mengumumkan bahwa Capres A yang memenangkan ‘pemilu’ itu adalah Barack Obama.

Perry mengaku terkesima dengan hasil ‘pemilu’ yang diikuti jurnalis Indonesia itu. "Kami ingin melihat sejauh mana jurnalis Indonesia tertarik dengan sosok Capres AS, dan ternyata kalian lebih memilih Barack Obama untuk menjadi Presiden. Tapi hasil ini tidak berpengaruh apa-apa," ujarnya, yang disambut tawa para jurnalis. [R2]

Ancaman Mati Atas Obama Diselidiki

INILAH.COM, Washington - Dinas Rahasia Amerika Serikat telah menyelidiki dugaan ancaman mati terhadap calon presiden dari partai Demokrat Barack Obama. Ancaman itu terlontar Senin (6/10) saat digelar pertemuan terbuka dengan pasangan John McCain dan Sarah Palin.

Ancaman itu terungkap dari laporan Washington Post, yang menyatakan adanya teriakan ‘bunuh dia’, yang terdengar selama pertemuan terbuka itu, ketika nama Obama disebut-sebut.

Dugaan ancaman tersebut dikeluarkan ketika Palin berbicara mengenai hubungan Obama dengan mantan tokoh radikal 1960-an Bill Ayers, yang kelompoknya The Weathermen, melancarkan serangkaian serangan sebagai protes terhadap Perang Vietnam.

"Kami memperhatikan setiap ancaman secara sungguh-sungguh. Setiap kali kami menerima atau dilaporkan mengenai informasi seperti itu, kami menindak-lanjuti," kata jurubicara Dinas Rahasia Ed Donovan.

Namun, ia mengingatkan bahwa dalam pertemuan terbuka McCain, tidak ada agen Dinas Rahasia yang mendengar pernyataan bernada ancaman dan. “Juga tak ada pernyataan yang mengancam dilaporkan oleh penegak hukum atau masyarakat umum".